Rabu, 22 Juni 2022

Anatomi Buku

 Pertemuan ke-16 Kelas Belajar Menulis PGRI

Rabu, 22 Juni 2022

Pertemuan ke-16 kelas belajar menulis PGRI malam ini mengambil judul ANATOMI BUKU. Hmm ... ternyata tidak hanya makhluk hidup yang memiliki anatomi ya, buku ternyata juga mempunyai anatomi. Pada malam hari ini, bunda THERESIA SRI RAHAYU, S. Pd, SD akan mengupas tuntas apa saja yang dimaksud dengan Anatomi Buku. Sebelum menginjak pada materi, alangkah baiknya apabila kita berkenalan dulu dengan bunda There melalui biodata beliau.

Bunda Theresia lahir pada tanggal 13 September 1984, beliau adalah seorang guru di SDN Waihibur Kabupaten Sumba Tengah NTT. Segudang prestasi telah dihasilkan bunda There. Dilihat dari banyaknya prestasi yang dihasilkan, sepertinya bunda There termasuk guru yang aktif dan produktif. Motto bunda There adalah belajar, belajar dan belajar. Demikian biodata Bunda There, selanjutnya kita masuk pada materi.

Pada awal pertemuan bunda There menceritakan pengalaman belajarnya bersama kelas belajar menulis, selain itu menurut beliau anatomi buku yang disajikan dalam modul sifatnya ideal. Tidak perlu harus semua dalam buku yang akan atau sedang bahkan telah ditulis. Biasanya pada saat menerbitkan buku, baik pada penerbit indie maupun pada penerbit mayor kita akan diberi informasi mengenai kelengkapan  naskah atau isi buku sehingga sebagai seorang penulis kita wajib menyesuaikan kelengkapannya. 

💫PENGERTIAN ANATOMI BUKU

Seperti halnya bagian tubuh makhluk hidup, naskah buku juga memiliki anatomi yang membuatnya layak disebut naskah buku. Bambang Trim dalam bukunya Taktis Menyunting Buku (2009: 68)

💫ANATOMI BUKU 

Sebuah buku umumnya terdiri dari 

🍃SAMPUL, sampul buku memiliki 3 bagian 

1. Sampul depan, unsur-unsur yang dicantumkan pada sampul depan yaitu: Judul utama, sub judul (jika ada), nama penulis, pengarang (jika lebih dari 3 orang ditulis nama penulis utama ditambah dkk), editor atau penerjemah, logo penerbit

2. Punggung buku, unsur-unsur yang dicantumkan yaitu: logo, judul, sub judul, penulis, pengarang, editor, atau penerjemah. Teks di punggung buku diberikan jika punggung buku mencapa tebal minimum 7mm atau mempunyai ketebalan 140 halaman (HVS 80 gr) dengan menggunakan ukuran huruf arial 7 pt 

3. Sampul belakang, unsur-unsur yang tercantum yaitu: blirb, testimoni/endorsement, ISBN, nama dan alamat penerbit 

🍃BAGIAN AWAL (PRELIMINARIES), merupakan sejumlah halaman berisi teks, yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu;

1. Halam prancis (judul utama saja) hlm i*)

2. Halaman undang-undang hak cipta  hlm ii*)

3. Halaman judul utama judul, sub judul, penulis, editor  hlm iii*)

4. Halaman katalog dalam terbitan (KDT) hlm iv*)

5. Persembahan (jika ada) hlm v*)

6. Daftar Isi hlm vi*)

7. Daftar gambar (maksimal 10 gambar)

8. Daftar tabel (minimal 10 tabel)

9. Pengantar Penerbit (editorial note) hlm vii8)

10. Kata pengantar hlm ix

11. Prakata (preface)

💥Halaman Perancis ini hanya berisi judul tanpa disertai keterangan lainnya seperti sub judul buku, nama penulis, logo serta nama penerbit. ditulis dengan rata tengah 

💥Halaman undang-undang hak cipta, memuat kutipan undang-undang no. 19 tentang hak cipta

💥Halaman judul utama adalah sebuah halaman buku yang memuat nama penulis, judul buku, sub judul buku, jilid buku dan logo serta nama penerbit

💥katalog dalam terbitan (KTD) memuat unsur-unsur pemegang hak cipta kepemilikan buku yang meliputi identitas buku, judul, nama penulis, nama editor, jumlah halaman, tahun terbit, penerbit, ISBN, klasifikasi buku, sumber bahan sampul, dan pengelola terbitan 

💥Persembahan ditulis dengan ringkas, tidak lebih dari 5 baris

💥Daftar isi untuk mengetahui isi bab dan letaknya dalam buku. 

💥Kata pengantar merupakan apresiasi yang ditulis oleh tokoh atau orang luarmisalnya pejabat atau tokoh 

💥Prakata berisi deskripsi dari penulis mulai dari latar balakang, kaidah penulisan, dan penghargaan atau ucapan terima kasih

🍃BAHAN ISI (TEXT MATTER)

💦Pendahuluan untuk mengantar pembacaagar dapat memahami isi buku

💦Bab dan Sub bab, dikembangkan dengan 5W + 1 H

💦Tabel dan ilustrasi, gunakan ilustrasi yang relevan dan mendukung isi bab dan sub bab, tidak mengandung hakk cipta dan kutipan

💦Penutup berisi kesimpulan isi buku 

🍃BAHAN AKHIR (POST LIMINARIES)

Meliputi unsur-unsur yang secara berurutan terdiri atas lampiran, glosarium, catatan akhir, daftar pustaka dan indeks. 

Buku ilmiah harus memiliki indeks. Indeks merupakan tanggung jawab penulis. Sub tajuk indeks sebaiknya disajikan menurut urutan abjad dan tidak menurut urutan  kata-kata, petunjuk tajuk indeks menggunakan nomor halaman, Indeks hanya dapat di susun setelah naskah final layoutdan koreksi 

💫 MANFAAT MENGETAHUI ANATOMI BUKU 

Kita dapat mengetahui bagian mana dari buku yang harus kita tulis dan bagaimana menulisnya. BUku yang baik adalah buku yang meninggalkan kesan bagi pembacanya. Kesan inilah yang harus dipahami pemulis 

💫KESIMPULAN

Menjadi seorang penulis buku merupakan sebuah proses tanpa henti. Dibutuhkan niat, usaha dan doa terbaik untuk mewujudkannya. Mengenal dan memahami anatomi buku akan membawa seorang penulis menjadi lebih dekat dengan bahan bukunya. Oleh karena itu milikilah kemampuan untuk membedah per bagian dari buku, niscaya kita akan menjadi seorang penulis buku yang handal

Materi malam ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan dari peserta dan jawaban dari pemateri akan dirangkum sebagai berikut 

💕Yang harus kita lakukan agar buku bis amenjadi satu kesatuan adalah dimulai dari menentukan tema yang akan mengikat keseluruhan isi buku, kemudian menentukan judul yang relefan dengan tema, setelah itu menyusun outline, 

Menulis di blog hanya berupa artikel sedangkan buku terdiri dari kumpulan artikel. Alur adalah langkah-langkah menulis buku sehingga langkah pertamanya adalah harus paham anatomi buku, setelah itu mengumpulkan bahan bukunya. Cara merancang naskah buku yang baik adalah membuat outline setelah itu mengikuti aturan 5W+1 H. Niat sangat diperlukan supaya bisa menjadi penulis profesional 

💕Kalau anatomi sifatnya ideal, seharusnya justru semuanya ada dalam buku yang akan kita tulis, tetapi bunda There menyampaikan Tidak perlu harus ada semua dalam buku yang akan kita tulis. Mohon penjelasan. 

Sifat anatomi tubuh itu lengkap dan terperinci, tetapi ternyata ada beberapa buku yang anatominya ternyata lebih sederhana hanya bagian awal, isi dan penutup. Sehingga pada modul disampaikan yang lebih rinci supaya peserta dapat belajar dan mengetahui bagian demi bagian antominya. Sehingga dalam membuat anatomi buku bisa disesuaikan dengan jenis bukunya. Misalnya pada buku yang tidak berdasarkan karya ilmiah, maka indeks, glosarium dan catatan kaki tidak diperlukan. 

💕Buku dikatakan baik dan menarik bila lolos di penerbit mayor sehingga di rekomendasikan di toko buku besar. Buku itu harus aktual dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Menarik dari semua segi. Judul merupakan penentu untuk mengundang orang tertarik membaca buku kita

💕Membedah bagian-bagian buku memerlukan jam terbang yang tinggi, sering membaca buku- buku best seller dan learning by doing 

💕Susunan pada tiap bagiannya memang harus seperti itu, tetapi tiap bagiannya tidak harus diikuti semuanya. Kata pengantar ditulis oleh orang lain, sedangkan prakata ditulis oleh penulisnya sendiri. Agar buku kita menarik sebaiknya ada punggung buku, supaya ada punggung buku biasanya diperlukan 140 halaman

💕Kiat penulis untuk menundukkan pembaca agar mau berpaling pada buku, terutama yang ditulis oleh penulis pemula adalah dengan mencari trending topic untuk mengetahui kebutuhan pasar. Meskipun penulis pemula tetapi kalau bisa mencari tren yang terjadi saat ini, pasti tulisannya akan diminati pembaca. Agar buku berkesan bagi pembacanya maka isi buku itu harus melibatkan pembaca, menggali sisi emosional pembaca, janga terlalu berteori atau mengajari, tetapi berikan pengalaman yang praktis


Salam Literasi !

Senin, 20 Juni 2022

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

Pertemuan ke-15 Kelas Belajar Menulis PGRI

Tak terasa kelas belajar menulis telah masuk pada pertemuan ke 15 dan itu berarti sudah setengah perjalanan kami mengikuti kelas belajar menulis ini. Alhamdulillah meskipun masih meraba-raba materi dan tantangan yang disiapkan oleh seluruh pemateri, tetapi semangat tetap terus menyala untuk menghasilkan buku solo. 
Pada malam ini saya belajar materi Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis yang diberikan oleh Bapak Yulius Roma Patandean, S. Pd. Supaya lebih mengenal beliau, marilah kita intip biodata beliau

Bapak Yulius Roma lahir di Tana Toraja Sulawesi Selatan. Pendidikan S2 ditempuh di  Institut Agama Kristen Negeri Toraja. Sejak tahun 2015-sekarang aktif sebagai guru bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Prestasi yang pernah diraihnya adalah pemenang ketiga lomba kreatifitas guru tingkat SMA pada porseni PGRI profinsi Sulawesi Selatan. Beliau juga aktif sebagai narasumber di pelatihan belajar menulis dan workshop media pembelajaran. Bermacam-macam buku solo sudah banyak dihasilkan bapak Yulius. Selain menulis di blog, bapak Yulius juga aktif di channel YouTube.

Sistematisnya seseorang dalam menyusun naskah buku tidak terlepas dari tertatanya alur pikiran/ide yang kita tuangkan dalam naskah tersebut. Artinya sebelum memulai tahapan penyusunan naskah untuk dibukukan. Sedangkan cara menyusun naskah buku agar sistematis adalah dengan menyiapkan naskahnya dulu. Pastikan naskah buku dalam ukuran kertas  A5 telah terkumpul minimal 40 halaman. 
Bagi yang aktif menggunakan Microsoft word pasti telah menemukan beberapa fitur yang bisa membantu dalam mensistematiskan tulisan. 

Cara membuat daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka secara otomatis bisa disimak pada tautan berikut https://youtu.be/eePQwyHAcjw
Sedangkan cara membuat Judul, Bab dan sub judul tulisan pada buku secara otomatis bisa disimak pada tautan berikut https://youtu.be/jXPr59aWJSc

Materi dari Bapak Yulius dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta kelas menulis dan rangkumannya adalah sebagai berikut
💞Tata cara yang disampaikan pemateri bisa digunakan menulis di koran apabila memuat judul dan sub judul.
💞Dalam membuat buku tidak ada batasan kata, tapi idealnya 1-2 halaman. Untuk prakata dan kata pengantar dibuat dalam satu buku tetapi penulisnya berbeda. Kalau prakata ditulis oleh penulis, kalau kata pengantar dari orang lain. Idealnya buku harus mempunyai sinopsis agar mempermudah pembaca mengenali naskah buku kita. 
Mental blocking adalah otak menolak ide/pikiran tertentu dan tidak bisa mengendalikannya. Cara mengatasinya adalah dengan relaksasi, mengikuti workshop kepenulisan, daltihan menulis di blog dll
💞Cara mengembangkan ide yang tidak berhubungan adalah dengan menyisipkan gambar/foto supaya ide bisa kembali. Tuliskan apa yang ada dalam pikiran kita, ketika akan menata pikiran akan membantu menyambung ide-ide tersebut
💞Perbedaan sebelum menulis buku dengan setelah menulis buku menurut pemateri adalah sibuk karena selain menulis buku sendiri, pemateri juga masih melayani pengeditan dan pengembangan naskah buku dari orang lain dan managemen waktu sangat penting.
💞Idealnya makalah terdiri atas B I Pendahuluan, B 2 Kajian Teori, B 3 Metode penelitian, B 4 Hasil dan pembahasan, B 5 Kesimpulan dan saran. Perbedaannya penerapan bab terkait dengan jenis-jenis makalah (induktif, deduktif, campuran)
💞Tips dan trik supaya dalam pembuatan daftar isi dll tidak merasa sulit dan membingungkan adalah dengan menikmati proses menulisnya. Tuliskan apa yang dialami dan dilihat setiap hari. Biasakan dari aktifitas harian.

Materi malam ini di tutup dengan closing statement dari pemateri
MENULISLAH, NIKMATI PROSESNYA, PANTANG MUNDUR SEBELUM BUKU BER-ISBN MUNCUL. MENULISLAH BUKAN KARENA ANGKA KREDIT, TETAPI MENULISLAH SEBAGAI BAGIAN PELAYANAN HIDUP 

Salam Literasi ! 








Jumat, 17 Juni 2022

Konsep Buku Nonfiksi

Pertemuan ke-14 Kelas Belajar Menulis PGRI

Tak terasa sudah pertemuan ke 14 kelas belajar menulis PGRI. Materi malam ini bersama bunda Musiin dengan tema Konsep Buku Nonfiksi sangat membuat penasaran. 
Sebelum memulai materi alangkah baiknya apabila kita intip biodata bunda Musiin terlebih dahulu.

Terlahir dengan nama Musiin dan biasa dipanggil Iin, beliau mempunyai hobi membaca menulis, Travelling dan memasak. Beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri. Pendidikan S2 di tempuh di Universitas Negeri . Beliau aktif menjadi tim pengembang mata pelajaran Bahasa Inggris dan tim penilai angka kredit guru di tingkat kabupaten Kediri.
Selain mengajar, bunda Iin juga founder organisasi masyarakat YAPSI yang  sejak tahun 1991. Beberapa karya buku solo telah dihasilkan oleh beliau.

Setelah menyimak biodata bunda Iin, saatnya kita masuk pada materi beliau sebagai berikut

💫KETAKUTAN YANG BIASA TERJADI PADA PENULIS
1. Takut tidak ada yang membaca
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan
3. Merasa karya orang lebih bagus
Menulis menjadi momok yang menakutkan karena harus menghasilkan dan mengeluarkan ide. Setiap orang memiliki , pengetahuan dan keterampilan dalam hidupnya, tinggal mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. Buku yang kita tulis akan menjadi sejarah untuk anak cucu, murid dan generasi yang akan  untuk menjadi pemantik mereka supaya lebih hebat daripada kita. 
Menulis bukanlah keterampilan yang mudah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa menulis adalah keterampilan yang paling sulit

💫POLA PENULISAN BUKU NONFIKSI
1. Pola Hierarkis, yaitu buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit contohnya pada buku pelajaran
2. Pola Prosedural, yaitu buku disusun berdasarkan urutan proses. Contohnya buku panduan
3. Pola Klaster, yaitu buku disusun secara poin per poin. Pola ini diterapkan pada kumpulan tulisan yang dalam hal ini antar bab setara.

5 LANGKAH PENULISAN BUKU NON FIKSI 
💓 Pratulis yang terdiri dari
a. Menentukan tema
b. Menemukan ide
c. Merencanakan jenis tulisan
d. Mengumpulkan bahan tulisan
e. Bertukar pikiran
f. Menyusun daftar
g. Meriset
h. Membuat Mind Mapping
i. Menyusun kerangka

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dan lain-lain
Untuk melanjutkan tema menjadi sebuah ide yang menarik bisa didapatkan dari berbagai hal, misalnya saja pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa dan lain sebagainya. Untuk menulis buku kita perlu Anatomi buku. Anatomi buku meliputi
a. Halaman judul
b. Halaman persembahan
c. Halaman daftar isi
d. Halaman Kata pengantar
e. Halaman prakata
f. Halaman ucapan terima kasih
g. Bagian/Bab
h. Halaman lampiran
i. Halaman Glosarium
j. Halaman daftar pustaka
k. Halaman indeks
l. Halaman tentang penulis 

💓Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide tulisan

💓Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. memeriksa gambaran besar dari naskah

💓Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata Bahasa
3. Diksi
4. Data dan Fakta
5. Legalitas dan norma

💫HAMBATAN-HAMBATAN DALAM MENULIS
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

💫Buku nonfiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan kenyataan atau fakta. 
🍃Ciri-ciri Buku Nonfiksi 
a. Bahasa yang digunaka formal dan baku
b. Isi berkaitan dengan fakta
c. Tulisan bersifat ilmiah populer
d. Isi diambil dari penelitian atau temuan yang sudah ada

🍃Jenis Buku Nonfiksi 
1. Buku catatan pelajaran
2. Buku Teks
3. Buku Pelajaran
4. Buku Motivasi
5. Buku Filsafat
6. Buku Sains populer
7. Kamus
8. Ensiklopedia
9. Biografi
10. Memoar

Materi dari bunda Iin dilanjutkan dengan tanya jawab peserta. Rangkumannya adalah sebagai berikut
💥Faktual lebih berkaitan dengan isi dan aktual mengacu pada sesuatu yang sedang di bahas atau dibicarakan. Faktual bisa aktual, tetapi aktual belum tentu faktual.

💥Untuk meyakinkan orang bahwa tulisan kita bukan hasil dari plagiarisme dengan mencantumkan sumber dari data, pendapat atau gambar yang kita ambil untuk tulisan. Untuk saat ini ada alat berbasis web yang dapat mendeteksi level plagiarisme. Alat ini bisa dipakaisebelum kita mengupload tulisan kita. Tulisan yang kita kirimkan pada saat mengikuti lomba, filter pertama adalah plagiarisme checker. oleh karena itu kita harus pandai mengolah kata dari ide yang kita ambil. Jika kita hanya copy paste tanpa mencantumkan sumber maka dianggap plagiarisme.

💥Kita bisa menggunakan model teks apapun sepanjang itu sesuai dengan tujuan tulisan kita. Misalnya kita menulis jenis buku motivasi. Untuk meyakinkan pembaca kita bisa menggunakan teks persuasi atau teks narasi ketika kita memberi cerita untuk memperkuat motivasi kita. Untuk buku pelajaran, model teks yang kita gunakan adalah eksplanasi dan deskriptif. Semakin lama jam terbang penulis akan secara otomatis menyesuaikan agar makna yang disampaikan lebih mudah ditangkap pembaca.

💥 Nonfiksi murni ditulis berdasarkan data0data otentik atau berdasarkan penelitian dan mempunyai daya pendukung yang jelas. Nonfiksi kreatif berasal dari sumber otentik namun kemudian dikembangkan oleh penulis. 
Contoh tulisan non fiksi kreatif adalah biografi. tulisan ini berdasarkan sumber otentik namun agar menarik tulisan tersebut dikembangkan oleh penulis.

💥 Langkah-langkah penulisan awal, isi, penutup pasti dari menentukan tema. Untuk urutan bab, sub bab harus disesuaikan dengan tema. untuk itu sebelum menulis kita harus membuat kerangka berdasarkan tema kita

💥Definisi memoar adalah bentuk nonfiksi kreatif dimana penulis menceritakan pengalaman dari hidupnya dan biasanya berbentuk narasi. Buku memoar biasanya memberi inspirasi pembaca, memoar dapat menjadi obat berdamai dengan masa lalu

Kelas belajar menulis malam ini ditutup oleh closing statement dari bunda Iin sebagai berikut
TIAP KESEMPATAN YANG DIAMBIL ADALAH SEBUAH KESEMPATAN UNTUK MENANG. KESEMPATAN YANG KECIL SERINGKALI MERUPAKAN PERMULAAN KEPADA USAHA YANG BESAR.

Salam Literasi !




Rabu, 15 Juni 2022

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

 PERTEMUAN KE-13 KELAS MENULIS PGRI

Malang, 15 Juni 2022


Bunda Mudafiatun Isriyah, saya mengenal beliau pada saat saya masuk grup BM 24. Pada malam ini beliau memberikan materi dengan judul Menulis Buku Terbaik Perpusnas. Buku-buku yang bisa masuk perpusnas biasanya adalah buku-buku yang berbobot, oleh sebab itulah pada malam hari ini kita akan belajar menulis buku terbaik supaya bisa masuk perpusnas. 

Sebelum mulai belajar, alangkah baiknya apabila kita intip dulu biodata Bunda Muda sebagai berikut

Bunda Muda lahir pada tanggal 21 April 1969, Pendidikan S3 nya di tempuh di jurusan BK UM Malang. Pendidikan danpelatihan yang diikuti bunda Muda sangat banyak sekali dan terbanyak adalah jurnal internasional, 7 buah buku solo telah beliau hasilkan. Beberapa prestasi beliau diantaranya adalah Pemenang Buku Terbaik 1 (Tema Pendidikan Jarak Jauh) Perpusnas 13 September 2021, Best paper 1: Seminar Nasional FIP BK UM 2021 dan Kepala sekolah berprestasi. Setelah mengetahui biodata bunda Muda, saatnya kita masuk pada materi.

💫Menulis merupakan aktifitas manusia menuangkan apa yang terkandung di dalam pikirannya. dengan menulis seseorang dapat menyampaikan apa yang menjadi gagasan maupun perasaannya kepada orang lain. dapat dikatakan bahwa menulis adalah salah satu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Wujudnya adalah tulisan yang terdiri dari rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapannya, seperti ejaan dan tanda baca. Menulis juga merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap dan pendapat kepada pembaca dengan lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca. EYD yang kita pelajari pada waktu SD merupakan rangkaian pemahaman dalam kalimat, sehingga penyempaian informasi dapat diterima

💫Menurut beberapa tulisan bahwa menulis merupakan proses berpikir yang mempunyai sejumlah unsur yaitu mengingat, menghubungkan, memprediksi, mengorganisasikan, membayangkan, memonitor, mereview.  Setelah mencoba membuat organisasi dalam menulis maka selanjutnya dievaluasi dan diterapkan. Melalui proses berpikir tersebut akan terwujud tulisan yang berkualitas 

💙TUJUAN MENULIS

1. Menghibur diri dikala sedih, bahagia, terluka dan lain sebagainya. Memberitahukan atau mengajar, meyakinkan atau mendesak, menghibur atau mengekspresikan perasaan atau emosi. Mengekspresikan diri, sehingga bila kita ingin menulis  harus segera dan tidak boleh ditunda

2. Menimbulkan citra yang sama dengan yang diamati oleh penulis mengenai suatu obyek

3. Meninggalkan kesan tentang perubahan-perubahan sesuatu yang terjadi mulai dari awal dsampai dengan akhir cerita

4. Meyakinkan atau mendesak pembaca sehingga mengubah pikiran, pendapat atau sikapnya sesuai dengan keinginan penulis. Hal itulah  yang menyebabkan nkita harus menulis dalam kurun waktu yang tidak lebih dari 72 jam, artinya menulis itu tidak terjeda waktu yang terlalu lama, karena di alam memori akan memunculkan ide lain yang kurang terarah

Dalam praktiknya pikiran akan merubah tujuan dan itu sering membuat tumpang tindih. Yang dimaksud menulis on the spot adalah menulis saat itu juga dan tidak boleh ditunda. Dari ke 4 tujuan tersebut, tujuan utama dari menulis adalah menginformasikan segala sesuatu, baik itu data, fakta maupun peristiwa yang termasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa tersebut agar pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman baru tentang berbagai hal yang terdapat di muka bumi ini. 

Tulisan yang baik dan benar itu adalah tulisan yang tidak sama dengan milik orang lain, istilah dalam kepenulisan buku itu harus ada NOVELTY atau kebaruan, jika ada novelty maka buku menjadi hidup karena banyak dibutuhkan orang saat ini. Orang akan mencari sumber ilmu melalui online maupun offline.

Jika ingin mengetahui kebaruan, maka sesuaikan dengan latar belakang keilmuan, spektrum keilmuan yang ditekuni, sesuaikan dengan passion. 

Sedangkan cara mencari kebaruan adalah dengan cara sering-sering membaca sesuai latar keilmuan, cari referensi sebanyak-banyaknya, cari referensi yang sesuai.

Materi bunda Muda malam ini snagat menarik sekali, seperti biasa sesi tanya jawab dari peserta menjadi salah satu syarat wajib yang harus dilakukan supaya peserta bisa lebih memahami materi yang disampaikan. Rangkuman dari pertanyaan peserta adalah sebagai berikut<

💥 ISSN merupakan nomor unik yang menunjukkan identitas terbitan. ISSN dikhususkan untuk publikasi secara periodik seperti koran yang terbit harian atau majalah serta jurnal yang memiliki waktu terbit. ISBN untuk bukunya, IISN untuk karya yang lain sepertu jurnal, artikel dll. Kalau mendapatkan ISBN tanpa penerbit bisa langsung ke PUSPRESNAS

💥Menulis memang harus diarahkan pada imajinasi kita, fokus 72 jam ide-ide tertulis harus sudah selesai. Setelah lengkap baru dikembangkan ide-ide tersebut. Membuat buku itu bebas asalkan ada sesuatu yang  berbeda dengan tulisan orang lain

💥Pada saat kita membaca buku kemudian menuliskan kembali dengan kalimat kita hal tersebut tidak termasuk plagiat asal dicampur dengan kalimat kita dengan maksud yang sam tetapi dengan kalimat  yang berbeda. 

💥Menulis yang baik adalah menulis yang belum pernah ditulis oleh orang lain, kalimat bukan plagiasi, tata cara benar, EYD tertib dan yang utama adalah kebaruan, kebaruan ini yang akan menambah khasanah kita. 

💥Untuk menulis buku mapel lebih mudah karena ada indikator yang berasal dari kurikulum mengajar, menulis sesuai dengan bidang ilmu akan lebih nyaman karena sudah kita kuasai

💥Buku menjadi hidup tergantung desain kita, tetapi novelty tergantung dari berapa banyak jumlah buku yang dibaca. Dan menulis perlu fokus dan disegerakan supaya tidak tertumpuk. Ketika kita menulis karya tulis yang dapat menghasilkan novelty, mulailah dengan mengkaji fenomena yang terjadi di sekitar kita. Jika menemukan pandangan yang sama dalam pembahasan, maka mulailah temukan apakah kondisi pada saat mau menulis apakah sama dengan kondisi pada fenomena yang diamati. 

Materi malam ini begitu luar biada bunda Muda pun sangat antusias sekali menjawab pertanyaan pemateri. Semoga ilmu yang disampikan bunda akan menjadi ladang pahala untuk bunda Muda dan keluarga.


Salam Literasi !




Senin, 13 Juni 2022

Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

PERTEMUAN KE-12 KELAS MENULIS PGRI

Malang, 13 Juni 2022 



Pertemuan ke-12 kelas belajar menulis malam ini menghadirkan sosok yang luar biasa bernama Bapak Susanto. Aku belum begitu mengenal beliau, tetapi dari judul materi yang beliau bawakan malam ini yaitu Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan, bapak Susanto sangatlah luar biasa. Supaya kita lebih mengenal beliau, marilah kita intip biodata beliau sebagai berikut, 
Bapak Susanto adalah seorang Guru SD Negeri Mardiharjo Kabupaten Musi Rawas. Beliau pengurus merangkap anggota Grup Blogger Lagerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional). Beliau juga menjadi anggota AISEI (Association for International-Minded School Educators Indonesia). Beliau juga aktif sebagai penulis, kreator konten dan editor. 
Setelah melihat biodata Bapak Susanto yang biasa dipanggil Pak D, langsung saja kita masuk dalam materi beliau. 


💫PENGERTIAN PROOFREADING 

Proofreading disebut juga dengan Uji Baca yaitu membaca ulang sebuah tulisan tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.  
Pada malam ini Pak D memberikan bahan diskusi sebagai berikut, ada sebuah kalimat 

mengapa harus menulis cerita fiksi?

apa saja syarat menulis cerita fiksi?

apa saja bentuk cerita fiksi?

Apa saja unsur pembangun cerita fiksi?

bagaimana kiat menulis cerita fiksi?


Apabila kita membuka PUEBI pasti akan tahu kalau ada "kesalahan" pada tulisan diatas, yaitu huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata pada judul artikel kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Selain itu huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kalimat baru, entah kalimat berita, tanya atau perintah. 

Dengan melakukan Profreading kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, sehingga pemenggalan kata dapat diminimkan. 

Biasanya yang bertugas untuk mengecek kesalahan adalah Editor atau proofreader tetapi jika naskah yang kita kumpulkan memiliki kesalahan yang minimal, maka tugas editor semakin ringan dan bisa jadi tulisan kita mendapat "apresiasi yang baik" sehingga bisa lolos.

Sebaiknya seorang penulis bisa menjadi profreader setidaknya untuk tulisannya sendiri

💫TUGAS SEORANG PROOFREADER

🍂Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca, seorang proofreader juga harus memastikan bahwa tulisan yang sedang di uji baca bisa diterima dan dipahami. 

🍂Harus dapat mengenali 

1. Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak

2. Susunannya sudah tepat atau belum

3. Substansi sebuah tulisan dapat dipahami pembaca atau tidak

Jadi tugas proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

💫MENGAPA HARUS MELAKUKAN PROOFREADING?

Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak dilewatkan terutama jika berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas. 

Untuk blog dilakukan oleh penulisnya terlebih dahulu sebelum di publikasikan, bila minta tolong orang lain sebagai proofreader, setidaknya ada jasa yang harus dikeluarkan


Dengan harga yang sedemikian tinggi maka diharapkan kita dapat melakukan proofreading mandiri sebelum tulisan diterbitkan. 

💫CARA MELAKUKAN PROOFREADING

Pastikan tulisan sudah jadi atau sudah selesai yang sering terjadi, ketika sedang menulis timbul keinginan agar tulisan harus sempurna sehingga muncul kekhawatiran nanti tulisannya jelek, tidak layak baca, kesalahan ejaan dan lain sebagainya dan akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki sehingga tulisannya tidak jadi-jadi.
Setelah tulisan jadi, endapkan sejenak agar pikiran tidak larut dalam tulisan, kemudia lakukan proofreading dan bersikap netral artinya menilai karya penulis secara objektif.

🌿LANGKAH PERTAMA
Merefisi draf awal teks, membuat perubahan signifikanpada konten dan memindahkan, menambahkan dan atau menghapus seluruh bagian

🌿LANGKAH KEDUA
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta penyusunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks 

🌿LANGKAH KETIGA
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahas ayang  benar, sintaks yang jelas dan konsisten gaya. Memperbaiki kalimat yang ambigu. 

🌿LANGKAH KEEMPAT
1. Cek ejaan hal ini merujuk pada KBBI tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit 
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk pada KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya 
5. Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya saja typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata.
Cara mudah melakukan proofreading terutama pada typo 

Pada malam hari ini, pak D menyampaikan materinya dengan padat dan jelas. Selanjutnya sesi tanya jawab dengan peserta dan rangkumanyya sebagai berikut

💓Proofreading dan swasunting itu adalah kalimat dan pemahaman yang sama, swasunting dilakukan sendiri

💓Edit merupakan proses yang melibatkan perubahan besar pada konten, struktur dan bahasa sedangkan proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi 

💓Proofreading merupakan hal yang sangat penting dalam menulis supata tulisan jadilebih enak dibaca, mudah dipahami maksudnya dan tidak menimbulkan salah tafsir karena kalimat yang ambigu 

💓Bila sudah dilakukan proofreading  tetapi masih merasa tulisannya belum tepat maka mengendapkan tulisan kemudian dibaca kembali atau bisa juga minta tolong orang lain untuk membacanya dan diharapkan tidak sungkan untuk mencoret kalimat atau kata yang salah 

Kesimpulan materi malam ini

Sekalu penulis hendaknya melakukan proofreading dan berperan sebagai penulis sekaligus pembaca. 

Hindari kesalahan penulisan yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan dan penyingkatan kata

Untuk membantu memudahkan saat melakukan penulisan, bisa digunakan aplikasi yang dapat digunakan secara online atau offline. diantaranya memasukkan AddOn atau AddIn pada microssoft office dengan kamus KBBI 

Closing  Statement malam ini adalah Membacalah, anda akan mengenal dunia lebih dekat. Menulislah, anda akan dikenal dekat oleh dunia - Madi Ar Ranim 


Salam Literasi ! 


Minggu, 12 Juni 2022

Semangat yang luar biasa

Namanya Feby, dia adalah siswa binaanku. Feby adalah gadis yang baik, dia selalu taat peraturan sekolah, tugas-tugaspun dia laksanakan dengan baik. Dia anak terakhir dari 4 bersaudara. Semua kakaknya telah bekerja dan menikah, hanya tinggal Feby yang masih sekolah. Kedua orang tua Feby mempunyai usaha pabrik keripik dan mempekerjakan tetangga di sekitarnya. Kelas X diselesaikannya dengan baik, saatnya kelas XI dan saat itu hampir bersamaan dengan pandemi, Feby mulai jarang masuk sekolah, pembelajaran juga kadang diikuti kadang tidak. Beruntunglah aku mempunyai nomer hp orang tuanya, pada saat menghubungi orang tuanya beliau menyampaikan bahwa Feby menderita sakit kurang darah. Aku meminta beliau membuatkan surat ijin sebagai salah satu prosedur dari sekolah mengenai ketidakhadiran siswa. 
Lebih kurang 4 bulan setelah itu, Feby masih tidak masuk. Kembali aku menghubungi orang tuanya untuk menanyakan perkembangan Feby. Menurut informasi dari orang tuanya, ternyata Feby menderita kanker darah. Aku terkejut sekali mendengar berita itu, hanya orang tuanya menyampaikan padaku kalau Feby tidak tahu keadaan tersebut dan aku berjanji tidak akan menyampaikan hal tersebut pada Feby. Aku menyadari hal itu pasti berat untuk keluarga karena itu aku menghargai keputusan keluarga untuk merahasiakan hal tersebut pada Feby. 
Sejak mengetahui berita itu, aku berusaha semakin intens menghubungi Feby untuk menanyakan keadaannya, sesekali dia mengeluh kalau capek dan badannya sakit semua, Hb darahnya juga selalu turun. Aku berusaha menenangkan dan memberikan semangat padanya, aku yakinkan bahwa dia pasti segera sehat. Tapi rupanya Feby mulai merasa aneh, dia curiga terhadap keadaan dirinya dan akhirnya dia tahu kalau mengidap kanker darah. 

Suatu ketika aku menyempatkan untuk melakukan kunjungan ke rumahnya sekaligus menjenguknya. Pada saat itu aku berangkat bersama wali kelasnya. Keadaannya memang sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus sekali dia bilang kalau dia tidak kuat berdiri terlalu lama, sehingga yang bisa dia lakukan hanya rebahan dan duduk, duduk pun tidak bisa terlalu lama sehingga aku minta dia untuk tiduran saja. 
Pada saat itu Feby cerita kalau setiap bulan dia harus transfusi darah sebanyak 3 sampai 4 ampul karena Hb dan trombositnya turun dan setelah transfusi darah tubuhnya selalu terasa tidak karu-karuan dan sakit semua keadaan tersebut biasanya dia rasakan selama satu minggu penuh. Pengobatan melalui medis dan alternatif dia lakukan, karena semata mata dia ingin segera sembuh dan bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. 
Pada saat itu, Feby juga bercerita kalau dia selalu berusaha mengumpulkan tugas-tugasnya tepat waktu. Dia menyadari bahwa dia mengalami keterbatasan tidak bisa hadir secara langsung ke sekolah, oleh karena itu dia berinisiatif supaya bisa segera mengumpulkan tugas-tugasnya. Aku dan pak Indra wali kelasnya memberikan semangat dan dukungan kepadanya supaya selalu optimis untuk sehat, meskipun sebenarnya melihat keadaannya yang seperti itu kecil kemungkinannya untuk sembuh. Tak lama kemudian, kami berpamitan untuk kembali ke sekolah. 

Satu tahun telah berlalu, keadaan Feby tetap seperti itu dan aku tetap memantaunya lewat WA untuk menanyakan kabar dan keadaannya. Melalui WA dia bercerita kalau dia sudah menemukan dokter yang cocok, dokter itu bisa menangani secara medis dan secara alternatif. Banyak orang yang mengalami kanker, tumor dan sejenisnya bisa sembuh melalui beliau. Aku ikut bahagia mendengarnya. Pada saat itu kakak Feby WA padaku beliau menyampaikan bahwa keadaan Feby agak membaik dan Feby ingin berkunjung ke sekolah. 
"Dia sudah janjian dengan teman-temannya untuk bertemu, Bu" kata kakaknya waktu itu
Aku bahagia sekali mendengar berita itu, segera aku siapkan tempat di ruang BK. Tak berapa lama Feby dan kakaknya datang, aku peluk dia dan dia mengatakan badannya sudah kuat tetapi aku tetap berpesan padanya meskipun sudah enakan tetap harus hati-hati. Feby mengangguk, tak berapa lama teman-temannya datang dan kubiarkan mereka ngobrol dan melepas rindu. 
Setelah bertemu teman-temannya Feby terlihat bahagia sekali, tampak rasa puas tergambar di wajahnya. Rupanya bertemu teman-temannya merupakan salah satu obat untuk meningkatkan semangatnya. 
Keadaan Feby yang demikian, tidak luput dari pantauan sekolah. Setelah mendengar informasi kalau Feby menderita kanker darah, aku segera melaporkan hal tersebut pada wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Wakil kepala sekolah memahami dan memintaku untuk mendampingi dan memberikan motivasi untuknya. Alhamdulillah Feby bukanlah tipe anak yang "memanfaatkan" penyakitnya. Meskipun dalam keadaan sakit dia berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Pernah suatu ketika aku bertanya pada bapak ibu guru pengajar di kelasnya mengenai tugas-tugas Feby, rata-rata beliau semua mengatakan bahwa tugas Feby sudah selesai. Sebagai guru BK nya aku merasa terharu di tengah keterbatasannya, dia masih tetap berusaha. 

Awal semester 6 mulai berjalan, tibalah saatnya siswa kelas XII  dihadapkan untuk ujian sekolah dan persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri. Pada saat itu aku menghadap wakil kepala sekolah urusan kurikulum untuk konsultasi mengenai ujiannya Feby dan wakil kepala sekolah menyampaikan bahwa kalau Feby kuat, dia bisa mengerjakan ujian semampu dia tetapi kalau tidak kuat tidak usah dipaksakan. 
"Bu, kalau keadaan saya seperti ini lalu ujian saya bagaimana" tanyanya saat itu,
"Kamu tidak usah terlalu banyak berfikir Feb. Kemarin saya sudah menghadap wakil kepala sekolah, beliau menyampaikan kalau kamu kuat, kamu bisa mengerjakan ujian semampumu tetapi kalau tidak kuat tidak usah dipaksakan" balas ku 
"Ya Bu, terima kasih" jawabnya
Dua hari kemudian, dia WA lagi
"Saya pingin kuliah Bu"katanya 
"Ya nak, kamu pasti bisa masuk perguruan tinggi yang penting kamu segera sehat ya" balasku
"Iya Bu" jawabnya lagi. 
Aku terenyuh membaca pesan WA itu, betapa luar biasa semangatnya untuk sekolah dan belajar. Meskipun dalam keadaan sakit, dia masih memikirkan ujian dan kuliah. Tak terasa air mataku menetes
"Semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu Feb" bisikku dalam hati. 

Satu minggu setelah itu, Feby WA lagi dia menyampaikan bahwa dia baru saja opname  karena keadaannya drop, pembuluh darah di hidung dan di mulutnya pecah. Mimisan tidak berhenti dan dari mulutnya juga demikian sehingga harus transfusi dia mengabarkan kalau keadaannya sekarang sudah membaik. 
Tak berapa lama kakak Feby datang ke sekolah dengan membawa hasil lab, beliau mengatakan bahwa seminggu yang lalu Feby drop dan harus opname karena memikirkan ujiannya, aku juga menyampaikan bahwa sebelumnya aku sudah WA pada Feby supaya konsentrasi pada kesehatannya saja. Tetapi karena memang Feby tipe anak yang bertanggung jawab sehingga dia merasa tidak nyaman bila tidak mengerjakan ujian. 
Keesokan harinya, kembali aku menghadap wakil kepala sekolah untuk meminta ijin melakukan kunjungan ke rumah Feby dan menceritakan pertemuan dengan kakak Feby kemarin. Alhamdulillah oleh wakil kepala sekolah diijinkan. Aku bersama temankupun berangkat, sesampai disana kami ditemui Feby dan kakaknya. Feby terlihat lebih segar, tetapi pandangannya sayu, dia melihatku dan mengatakan, 
"Saya takut Bu, pengalaman saya drop kemarin benar-benar menakutkan" katanya lagi. 
Aku tetap memberinya semangat dan memintanya untuk menyerahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. Ikhtiar dan berdoa sudah dilakukan, sekarang saatnya untuk memasrahkan semuanya pada Allah. Feby mengangguk mendengarkan penjelasanku. Selain itu, aku juga menyampaikan supaya dia tidak usah terlalu memikirkan ujian,  Karena sikapnya yang baik dan sangat menghormati bapak ibu guru dan usahanya menyelesaikan tugas tepat waktu sudah membuktikan bahwa dia bertanggung jawab dan sungguh-sungguh dalam belajar. Akhirnya dengan perjuangan yang luar biasa, Feby bisa menyelesaikan ujiannya

13 hari setelah kunjungan ke rumahnya aku mendapat kabar kalau keadaannya ngedrop dan harus opname lagi. Waktu itu aku WA dia dan dia menyampaikan bahwa dia kembali mimisan dan haid selama dua minggu tidak berhenti sehingga hb darahnya menjadi turun. Semangat dan doa selalu aku sampaikan padanya supaya dia sabar dan pasrah pada yang maha kuasa. 
Saat itu aku baru saja pulang dari sekolah dan berencana akan ke luar kota menjenguk keponakan yang habis melahirkan. Dari awal akan berangkat, rasanya malas sekali. Ingin di rumah saja sebenarnya, tetapi di sisi lain juga ingin menjenguk bayi mereka. Tak berapa lama, hp ku berdering ternyata kakak Feby yang telefon dan tiba-tiba saja dadaku berdegup kencang "jangan-jangan ... " bisikku saat itu
"Halo  mbak" jawabku 
"Maaf Bu, mau ngabari kalau Feby meninggal" kata kakak Feby. Aku terkejut dan segera mengajak suamiku berangkat ke rumah Feby.
Bagiku Feby adalah anak yang luar biasa, kemandiriannya, tanggung jawabnya membuat bapak ibu guru memberikan penghormatan padanya. Bapak ibu guru bersaksi bahwa Feby adalah anak yang baik, kalau dia belum bisa menyelesaikan tugasnya maka dia menghubungi bapak ibu guru untuk meminta tenggang waktu. Selain itu semangat dan perjuangannya untuk sembuh dan untuk sekolahnya begitu luar biasa. Kira-kira 2 tahun dia menderita sakit dan hal itu dijalani dengan ikhlas dan tawakal. Dukungan keluarga juga menjadi semangat tersendiri untuk Feby. Semoga Husnul Khatimah Feby, insyaallah Jannah menantimu. 




Sabtu, 11 Juni 2022

Permasalahan Keluarga tidak Menghalangi untuk Terus Belajar

Pada saat itu PPDB baru saja selesai dan kira-kira sudah sekitar 3 minggu peserta didik baru masuk sekolah, kebetulan aku diminta untuk mengajar di kelas X. Tatapan mataku tertuju pada salah satu nama di buku absensi siswa, sebut saja namanya Rani sudah tiga minggu ini Rani tertulis A (yang berarti alpa). Sebenarnya, sejak dua Minggu yang lalu aku sudah curiga hanya saja aku masih berpikiran positif, bahwa dia pasti masuk. Ternyata pikiranku salah. 
Sesuai prosedur dari sekolah, apabila terjadi siswa sering tidak masuk, maka selanjutnya adalah menghubungi orang tua/wali murid untuk konfirmasi. Segera aku buka data PPDB yang masuk, kucari nama Rani dan ketemulah nomer hp orang tuanya. Segera ku pencet tombol gawaiku sesuai nomer tersebut.
Terdengar nada panggil, sekali ... dua kali ... tiga kali ... tidak diangkat. Akhirnya aku memutuskan nanti saja aku telefon lagi, karena saat itu ada siswa lain yang akan berkonsultasi. Sebagai seorang guru BK, kami juga melayani para siswa untuk konsultasi baik yang mengalami masalah pribadi, sosial, belajar dan karir. Pada jaman dahulu BK identik dengan "masalah" sehingga kalau ada anak-anak yang dipanggil ke BK, maka pikiran mereka pasti bermasalah. 
Tetapi lambat laun kami berusaha supaya para siswa tidak berpikiran seperti itu dan meskipun dalam waktu yang lama, pada akhirnya kami bisa mengatasi hal tersebut dan menjadikan para siswa sadar akan pentingnya BK di sekolah. 
Setelah melayani siswa konsultasi, aku berusaha menelepon lagi dan ternyata tidak diangkat lagi. Keesokan harinya tetap sama, telefonku masih tidak diangkat. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan Home Visite atau kunjungan rumah. 

Menurut Wikipedia, home visite atau kunjungan rumah adalah salah satu layanan BK yang bertujuan untuk memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan konseli melalui pertemuan dengan orang tua dan atau anggota keluarganya. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kunjungan rumah adalah kegiatan mengunjungi rumah siswa untuk memperoleh data mengenai siswa dan keadaan keluarganya. Sesuai prosedur di sekolah mengenai pelaksanaan kunjungan rumah, aku segera mengurus surat tugas. Surat tugas tersebut dimaksudkan sebagai identitas kami yang merupakan utusan dari sekolah untuk mengetahui keadaan siswa. Setelah surat tugas siap, aku mengajak salah satu temanku untuk segera berangkat. Rumah Rani termasuk dekat dengan sekolah karena dia masuk melalui jalur zonasi. Tak berapa lama, sampailah kami di rumah Rani, saat itu yang menemui kami adalah ibunya. Ibunya mengatakan bahwa hari ini Rani masuk sekolah, setelah menyampaikan maksud kedatangan kami tak berapa lama Rani datang. Dia agak terkejut dan hanya diam. Pada intinya ibunya menyampaikan bahwa memang keluarga mereka terkendala ekonomi, ayah dan ibu Rani sudah lama berpisah. Pada saat kakeknya masih hidup, kebutuhan hidup mereka ditopang oleh kakeknya, tetapi setelah kakeknya meninggal keluarga mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan. Setelah data yang kami butuhkan telah terpenuhi, kami berpamitan untuk kembali ke sekolah. 

Keesokan harinya di sekolah tiba-tiba Rani menghampiriku,
"Maaf Bu, apakah hari ini saya bisa bicara pada ibu" tanyanya
"Ya nak, silahkan masuk" ajakku. Rani mengambil tempat di depanku
"Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku lagi
"Saya mau cerita Bu" aku mengangguk dan mempersilahkannya. 
Intinya Rani menyampaikan bahwa sebenarnya ibunya mengalami gangguan jiwa, beliau sering sekali tiba-tiba bicara sendiri dan tiba-tiba marah-marah. Sejak kakeknya meninggal, mereka kesulitan ekonomi karena neneknya dan ibunya tidak bekerja. Rani masih memiliki 2 orang adik dan mereka berdua tidak bersekolah. Ayah Rani masih hidup, tetapi tidak mempunyai pekerjaan yang jelas, menurut Rani  beliau kurang bertanggung jawab dan juga kurang memperhatikan anak-anaknya. Ibu Rani dan neneknya setiap hari selalu bertengkar, sehingga Rani merasa tertekan dan tidak tenang. Keadaan inilah yang membuat Rani sering tidak masuk dan sering merasakan tidak enak badan. 
Aku memahami keadaan Rani dan bisa merasakan betapa sulitnya kehidupan mereka, tetapi satu hal yang bisa aku sampaikan pada Rani, bahwa Rani tetap harus sekolah. Aku katakan padanya bahwa minimal dia mengantongi ijazah SMA supaya nantinya bisa bekerja dan membantu perekonomian keluarga. 
Aku beri dia semangat bahwa dia tidak perlu memikirkan biaya sekolah. Aku menyarankan padanya supaya orang tua atau walinya membuat surat keterangan tidak mampu untuk kubawa pada petugas dapodik supaya didaftarkan PIP (Program Indonesia Pintar) salah satu program beasiswa dari pemerintah yang bisa didapatkan pada waktu sekolah. Rani memahami penjelasanku.

Setelah puas berbicara denganku, Rani kembali ke kelas. Sebenarnya aku tidak tega melihat kehidupan Rani dan keluarganya yang seperti itu, tetapi aku sadar bahwa sebagai guru BK kami memiliki keterbatasan untuk ikut masuk dalam permasalahan keluarga siswa, sehingga pada intinya fokus kami hanya pada siswa, bagaimana dia bisa tetap konsentrasi, tetap kuat, tetap bersemangat di tengah-tengah permasalahan keluarga yang sedemikian pelik. 
Setelah menemuiku ternyata ada perubahan pada sikap Rani, dia mulai masuk sekolah dan tertib mengikuti kegiatan di sekolah. Akupun selalu memantau perkembangan sikapnya dengan beberapa kali mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk menanyakan keadaannya.
Dua bulan telah berlalu dan keadaan Rani semakin membaik. Suatu ketika Rani mengatakan padaku kalau neneknya akan kesekolah dan meminta untuk bertemu denganku. Aku sampaikan padanya bahwa aku siap menemui beliau. Nenek Rani sangat mendukung supaya Rani tetap bersekolah, beliau hadir ke sekolah untuk memohon keringanan pembayaran, beliau juga bercerita kalau ibunya Rani telah dibawa ke yayasan yang menangani gangguan mental. Alhamdulillah permohonan nenek Rani dikabulkan oleh sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan humas, malah Rani mendapatkan pembebasan untuk biaya sekolahnya. 
Keesokan harinya, aku memanggil Rani lagi aku ceritakan padanya keputusan sekolah mengenai pembebasan biaya sekolahnya
"Terima kasih banyak Bu" ucapnya sambil berkaca-kaca
"Sama-sama nak. Sekarang yang penting kamu fokus pada sekolah, buktikan bahwa memang kamu layak mendapatkan pembebasan itu dengan rajin belajar dan mengikuti semua aturan-aturan sekolah" kataku lagi. Rani mengangguk dan segera kembali ke kelas untuk melanjutkan belajarnya. 

Jurnalisme Kebangsaan Sesi Kolaborasi dengan Prof. Eko Indrajit

                 Nama saya Purbaniasita, biasa dipanggil Sita. Saya adalah seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 2 Malang. Ino...